|
Rumah Adat Banjar
Rumah Banjar adalah rumah tradisional suku Banjar. Rumah ini memiliki arsitektur yang unik dan menarik serta mempunyai arti dan filosufi yang tinggi. Namun sayang rumah-rumah ini sekarang jarang sekali ditemui, yang tersisa hanya rumah-rumah tua, lapok dan hampir roboh. Orang Banjar sendiri kayanya kurang tertarik untuk membangun dan melestarikan rumah adat peninggalan moyangnya, hal ini mungkin karena kebanyakan mereka hanya tahu yang namanya Rumah Banjar itu ialah Rumah Bubungan Tinggi (terbuat dari kayu dan pembangunannya memerlukan biaya yang amat besar) padahal Rumah Banjar itu memiliki beberapa jenis dan dapat dipadukan dengan arsitek modern (beton). Jenis-jenis Rumah Banjar Pada intinya perbedaan jenis Rumah Banjar itu terletak pada atap (bubungan), ukuran dan bentuknya, sedangkan tata ruangnya hampir sama. 1.Balai Bini. Balai Bini adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar: atap gajah), sedangkan sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/lessenaardak (Bahasa Banjar: atap pisang sasikat). Balai Bini mempunyai 2 tipe : Tipe 1 Menurut Tim Muskala Depdikbud Kalsel yang pernah mengadakan penelitian Balai Bini menyatakan bahwa : Atap merupakan atap jurai Atap sindang langit di kedua anjung Pamedangan disambung dengan atap pisang sasikat Pamedangan ditutup dengan Kandang Rasi Paluaran menggunakan tataban Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang Palatar Sambutan Palatar Pamedangan Ambin Sayup Palidangan diapit oleh Anjung Kanan dan Anjung Kiwa Padapuran (Padu) Jadi dapat diambil kesimpulan ciri-cirinya : Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar : atap gajah) yang menutupi serambi pamedangan. Pada Surambi Sambutan terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit. Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri. Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi. Sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/zaldedaak ( atap pisang sasikat) seperti pada rumah Bubungan Tinggi. Kadang-kadang 4 (empat) buah pilar penyangga emper depan (karbil) diganti model konsol. Bagian atas teras (serambi Pamedangan) kadang-kadang memakai bentuk lengkung (gerbang). Kadang-kadang tedapat 3 (tiga) buah pintu masuk karena 2 (dua) buah jendela diganti menjadi pintu juga. Kadang-kadang Surambi Sambutan (teras emper) juga menggunakan pagar Kandang Rasi. Tipe 2 |
|
Menurut Tim Muskala Depdikbud Kalsel
yang pernah mengadakan penelitian Balai Bini menyatakan bahwa :
Atap merupakan atap jurai Atap sindang langit di kedua anjung Pamedangan disambung dengan atap pisang sasikat Pamedangan ditutup dengan Kandang Rasi Paluaran menggunakan tataban Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang Palatar Sambutan Palatar Pamedangan Ambin Sayup Palidangan diapit oleh Anjung Kanan dan Anjung Kiwa Padapuran (Padu) Jadi dapat diambil kesimpulan ciri-cirinya : Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar : atap gajah) yang menutupi serambi pamedangan. Pada Surambi Sambutan terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit. Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri. Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi. Sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/zaldedaak ( atap pisang sasikat) seperti pada rumah Bubungan Tinggi. Kadang-kadang 4 (empat) buah pilar penyangga emper depan (karbil) diganti model konsol. Bagian atas teras (serambi Pamedangan) kadang-kadang memakai bentuk lengkung (gerbang). Kadang-kadang tedapat 3 (tiga) buah pintu masuk karena 2 (dua) buah jendela diganti menjadi pintu juga. Kadang-kadang Surambi Sambutan (teras emper) juga menggunakan pagar Kandang Rasi. Tipe 2 |
|
Kalau diperhatikan ini Balai Bini Tipe 2
merupakan pengembangan Balai Bini Tipe 1 dimana terjadi perluasan dinding
dari anjung ke arah depan sedangkan serambi pamedangan tambah melebar ke kiri
dan kanan sehingga membentuk bangunan atap joglo/limas (bahasa Jawa : limasan
lawakan).
Rumah Balai Bini dengan 6 pilar pada teras (Tipe 2) Ciri-cirinya : Atap bangunan memakai atap perisai/atap limas yang menyerupai joglo yang menutupi serambi pamedangan. Terdapat 6 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap (atap sindang langit) pada serambi sambutan. Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri. Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi. Perluasan dinding anjung ke arah depan serambi pamedangan sehingga membentuk bangunan dengan atap joglo/limas (bahasa Jawa : limasan lawakan). Bersambung..... |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar