Minggu, 26 Agustus 2012
Selasa, 10 April 2012
Bermain Airsft Gun
PembukaanAirsoftgun / airsoft gun diciptakan untuk memenuhi hasrat pecinta senjata (positif) untuk mengalami pengalaman menembakkan senjata yang relatif aman untuk pengguna individu dan pengaplikasian strategi pertempuran dalam permainan perang-perangan/skirmish (wargame) jika dalam suatu komunitas.Setiap komunitas yang baik dan bertanggung jawab selalu memiliki kode etik tersendiri, namun memiliki kesamaan prinsip demi keamanan dan kelangsungan hobby ini sendiri. Hobby ini termasuk hobby unik yang berbeda dengan hobby-hobby lainnya. Karena menggunakan alat permainan dan aksesoris lainnya yang merupakan replika dari senjata sebenarnya. Tampak dan kesan yang diperlihatkan dari alat permainan ini jika tidak bijak dalam memperlakukannya akan dapat merugikan orang lain dan pelaku hobby ini sendiri. Karena itu jika ada seseorang atau sekelompok orang yang tidak mematuhi kode etik penggunaan airsoft, mereka layak untuk tidak dianggap atau dikucilkan dari lingkup dunia hobby airsoft nasional maupun internasional.Jika Anda ingin memiliki airsoft atau tertarik untuk menggeluti hobby ini, sepatutnyalah Anda membaca garis besar pedoman penggunaan Airsoft di bawah ini :Pedoman Keselamatan Umum
![]()
Perlakukan unit airsoft Anda seperti senjata sebenarnya. Dengan memperlakukan unit airsoft Anda seperti senjata sebenarnya, Anda dapat membiasakan diri untuk tidak membahayakan diri Anda maupun diri orang lain. Walaupun mainan, hobby ini cukup berbahaya jika kita tidak mendisplinkan diri dalam memakai atau memperlakukan airsoft. ![]()
Biasakanlah untuk memperlakukan unit airsoft Anda seakan-akan airsoft Anda selalu dalam kondisi terisi peluru. Walaupun Anda yakin Anda baru saja mengeluarkan peluru (BB Bullet) atau magazine, karena hampir semua kecelakaan adalah karena kekhilafan manusia (human error), bisa saja kita lupa. Karena itu patuhilah pedoman di atas. ![]()
Jangan mengarahkan laras airsoft Anda pada seseorang maupun sesuatu yang bukan sasaran yang ingin Anda tembak, Anda dapat tidak sengaja menyakiti orang lain atau merusak benda-benda di sekitar anda. ![]()
Jangan membiasakan diri meletakan jari Anda pada trigger/pemicu. Jauhkan jari dari trigger ketika tidak menggunakan unit airsoft Anda. Juga selalu kunci unit airsoft Anda saat tidak digunakan. ![]()
Selalu kosongkan magazine unit airsoft Anda bila tidak digunakan. Selain untuk alasan keselamatan, Anda dapat memperpanjang umur mekanisme pegas yang ada dalam magazine. Selalu lepaskan battery atau dan kunci airsoft Anda bila sedang tidak digunakan. ![]()
Jangan bermain di dalam rumah, peluru dapat memantul dan dapat melukai penghuni lain atau merusak barang yang ada. Jika memiliki balita, peluru (BB Bulet) sangat menarik bagi mereka karena berwarna-warni, jika ditelan akan dapat membuat balita tersedak, sehingga sangat berbahaya jika kita tidak menjauhkan peluru tersebut dari jangkauan anak-anak/ balita. Pedoman Keselamatan Pribadi
![]()
Jangan gunakan unit airsoft Anda untuk tindakan iseng/usil. Selain dapat melukai, tindakan Anda pun dapat dituntut secara hukum, dan imbasnya rekan-rekan Anda dapat kehilangan kesempatan bermain atau memiliki airsoft jika sampai dilarang. ![]()
Selalu gunakan tutup pengaman unit airsoft Anda bila tidak sedang digunakan. Ini dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selain bila Anda biarkan unit airsoft Anda tetap terbuka. ![]()
Selalu pilih tempat yang aman untuk menggunakan unit airsoft Anda. Hindari tempat-tempat umum/ramai yang banyak dilalui oleh orang maupun kendaraan seperti taman, kebun, tempat parkir, dll. ![]()
Selalu simpan unit airsoft Anda dalam tempat yang aman dan tertutup (gunbag, dus kemasan airsoft, dll) dengan posisi trigger terkunci. Jangan biasakan membawa unit airsoft Anda secara ekspresif, selain dapat menakut-nakuti orang lain, Anda dapat mengundang polisi dan berakibat kepada ekses hukum. Lepaskan magazine peluru secara hati-hati. Kadangkala masih ada peluru yang tertinggal dalam unit airsoft Anda. Cara yang aman adalah menembakannya ke arah kosong/atas, sebelum Anda menyimpannya. Jika tidak digunakan, biasakan untuk menjauhkan jari Anda dari trigger untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Pedoman dalam permainan
|
|
Selalu gunakan pengaman mata (safety goggle) atau masker tertutup (seperti pada olahraga motorcross) untuk keselamatan mata Anda dari tembakan langsung maupun kemungkinan pantulan dari peluru. |
| |
Gunakan pakaian yang baik (dan agak tebal). Akan lebih berguna jika Anda menggunakan seragam militer / polisi daripada sekedar t-shirt saja. |
| |
Penggunaan sarung tangan dan sepatu militer/ polisi juga disarankan sebagai perlindungan sekunder. |
| |
Patuhi peraturan permainan. Peraturan permainan dapat berbeda-beda di lain tempat, tetapi secara umum antara lain adalah sbb: |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumat, 30 Maret 2012
Rumah Adat Banjar
|
Rumah Adat Banjar
Rumah Banjar adalah rumah tradisional suku Banjar. Rumah ini memiliki arsitektur yang unik dan menarik serta mempunyai arti dan filosufi yang tinggi. Namun sayang rumah-rumah ini sekarang jarang sekali ditemui, yang tersisa hanya rumah-rumah tua, lapok dan hampir roboh. Orang Banjar sendiri kayanya kurang tertarik untuk membangun dan melestarikan rumah adat peninggalan moyangnya, hal ini mungkin karena kebanyakan mereka hanya tahu yang namanya Rumah Banjar itu ialah Rumah Bubungan Tinggi (terbuat dari kayu dan pembangunannya memerlukan biaya yang amat besar) padahal Rumah Banjar itu memiliki beberapa jenis dan dapat dipadukan dengan arsitek modern (beton). Jenis-jenis Rumah Banjar Pada intinya perbedaan jenis Rumah Banjar itu terletak pada atap (bubungan), ukuran dan bentuknya, sedangkan tata ruangnya hampir sama. 1.Balai Bini. Balai Bini adalah salah satu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan. Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar: atap gajah), sedangkan sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/lessenaardak (Bahasa Banjar: atap pisang sasikat). Balai Bini mempunyai 2 tipe : Tipe 1 Menurut Tim Muskala Depdikbud Kalsel yang pernah mengadakan penelitian Balai Bini menyatakan bahwa : Atap merupakan atap jurai Atap sindang langit di kedua anjung Pamedangan disambung dengan atap pisang sasikat Pamedangan ditutup dengan Kandang Rasi Paluaran menggunakan tataban Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang Palatar Sambutan Palatar Pamedangan Ambin Sayup Palidangan diapit oleh Anjung Kanan dan Anjung Kiwa Padapuran (Padu) Jadi dapat diambil kesimpulan ciri-cirinya : Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar : atap gajah) yang menutupi serambi pamedangan. Pada Surambi Sambutan terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit. Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri. Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi. Sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/zaldedaak ( atap pisang sasikat) seperti pada rumah Bubungan Tinggi. Kadang-kadang 4 (empat) buah pilar penyangga emper depan (karbil) diganti model konsol. Bagian atas teras (serambi Pamedangan) kadang-kadang memakai bentuk lengkung (gerbang). Kadang-kadang tedapat 3 (tiga) buah pintu masuk karena 2 (dua) buah jendela diganti menjadi pintu juga. Kadang-kadang Surambi Sambutan (teras emper) juga menggunakan pagar Kandang Rasi. Tipe 2 |
|
Menurut Tim Muskala Depdikbud Kalsel
yang pernah mengadakan penelitian Balai Bini menyatakan bahwa :
Atap merupakan atap jurai Atap sindang langit di kedua anjung Pamedangan disambung dengan atap pisang sasikat Pamedangan ditutup dengan Kandang Rasi Paluaran menggunakan tataban Ruangan yang berturut-turut dari depan ke belakang Palatar Sambutan Palatar Pamedangan Ambin Sayup Palidangan diapit oleh Anjung Kanan dan Anjung Kiwa Padapuran (Padu) Jadi dapat diambil kesimpulan ciri-cirinya : Tubuh bangunan induk memakai atap perisai (bahasa Banjar : atap gajah) yang menutupi serambi pamedangan. Pada Surambi Sambutan terdapat 4 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap yang disebut atap sindang langit. Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri. Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi. Sayap bangunan (anjung) memakai atap sengkuap/zaldedaak ( atap pisang sasikat) seperti pada rumah Bubungan Tinggi. Kadang-kadang 4 (empat) buah pilar penyangga emper depan (karbil) diganti model konsol. Bagian atas teras (serambi Pamedangan) kadang-kadang memakai bentuk lengkung (gerbang). Kadang-kadang tedapat 3 (tiga) buah pintu masuk karena 2 (dua) buah jendela diganti menjadi pintu juga. Kadang-kadang Surambi Sambutan (teras emper) juga menggunakan pagar Kandang Rasi. Tipe 2 |
|
Kalau diperhatikan ini Balai Bini Tipe 2
merupakan pengembangan Balai Bini Tipe 1 dimana terjadi perluasan dinding
dari anjung ke arah depan sedangkan serambi pamedangan tambah melebar ke kiri
dan kanan sehingga membentuk bangunan atap joglo/limas (bahasa Jawa : limasan
lawakan).
Rumah Balai Bini dengan 6 pilar pada teras (Tipe 2) Ciri-cirinya : Atap bangunan memakai atap perisai/atap limas yang menyerupai joglo yang menutupi serambi pamedangan. Terdapat 6 buah pilar yang menyangga emper depan (bahasa Banjar : karbil) yang memakai atap sengkuap (atap sindang langit) pada serambi sambutan. Pada dinding depan (Tawing Hadapan) terdapat 1 Lawang Hadapan (pintu masuk), di antara pintu masuk terdapat jendela sebelah kanan dan kiri. Serambi pamedangan (teras) menggunakan pagar Kandang Rasi. Perluasan dinding anjung ke arah depan serambi pamedangan sehingga membentuk bangunan dengan atap joglo/limas (bahasa Jawa : limasan lawakan). Bersambung..... |
Rabu, 28 Maret 2012
Asal Nama Kota Pelaihari
Banyak
yang mempertanyakan kapan nama Pelaihari ini muncul, darimana asalnya
dan adakah yang unik sehingga nama Pelaihari tersohor. Sampai saat ini
belum ada kejelasan, kapan (tanggal, bulan dan tahun) lahirnya nama
Pelaihari.
Menurut sejarah
Kalimantan Selatan Kota Pelaihari mengalami perkembangan dengan pesat
setelah kedatangan Bangsa Belanda dan penduduk kota Banjar. Proses
terbentuknya kota Pelaihari dimulai ketika Belanda mulai mengadakan
pemekaran daerah kekuasaannya.
Dari
Banjarmasin melalui Martapura, Belanda membuat jalan raya dari Hulu
sungai sampai Muara Uya, yang dimaksudkan untuk mengamankan kegiatan
militernya dan memudahkan pengontrolan terhadap penduduk. Belanda
membuat kebijakan semua desa yang terletak jauh dari jalan besar
dibongkar dan dipindahkan letaknya di tepi jalan besar, sehingga
muncullah jenis desa baru yang rumah-rumahnya berbaris berhadapan di
sepanjang jalan bukan bertebaran seperti sebelumnya.
Pada
setiap simpangan sungai yang strategis Belanda membuat benteng-benteng
pengawasan wilayah, sehingga terbentuklah kota-kota baru seperti,
Binuang, Rantau, Kandangan, Barabai, Tanjung, Pelaihari dan sebagainya.
Sedangkan
untuk mengetahui kapan mulai berdirinya kota Pelaihari ini mungkin
bisa diperkirakan setelah Pemerintah Belanda memproklamasikan
penghapusan Kerajaan Banjar pada tanggal 11 Juni 1860. Sehingga
dapatlah diperkirakan berdirinya kota Pelaihari setelah tahun 1860
(Pelaihari menjadi pusat pemerintahan pada tahun 1892).
Mengenai
asal-usul nama Pelaihari ada beberapa macam informasi antara lain,
Bapak Achmad Sjakrani salah seorang tokoh daerah Tanah Laut, mengatakan
bahwa nama pelaihari berasal dari kata "PELARI", yang maksudnya tempat
pelarian pahlawan-pahlawan Banjar dalam menentang Belanda. Namun beliau
tidak dapat menjelaskan siapa yang memberikan nama demikian.
Sedangkan
berdasarkan sumber lainnya, yakni Arthum Artha seorang penulis sejarah
dan wartawan di Kalimantan Selatan menyatakan dalam bukunya
"Gelanggang Tanah Laut", bahwa nama Pelaihari berasal dari nama seorang
yang mula-mula membuka perkebunan lada Mulocco (Malocco) yang kemudian
menjadi Maluka, yaitu Master Here.
Pada
zaman penjajahan Inggris, yang menjalankan kekuasaan ialah Alexander
Hare. Ia munujuk salah seorang keluarganya yaitu Master Hare (Mr. Pley
Hare) untuk membuka perkebunan lada di Tanah Laut.
Menurut
Arthum, nama Pley Hare ini sering diucapkan oleh orang-orang di Tanah
Laut dengan sebutan Pelaihari, seperti pada umumnya penyebutan
nama-nama orang asing lainnya di Tanah laut, misalnya Alexander menjadi
Alikandar dan Mulocco menjadi Maluka.
Pada
zaman Belanda, Kantor Pos menulis "Pelaihari" dan beberapa instansi
menulis "Pleihari". Pada zaman Bupati pertama Abdullah Sjahril,
penulisan nama kota ini diseragamkan menjadi seperti yang kita ketahui
sekarang ini yaitu "PELAIHARI".
Sampai
dengan saat ini Pelaihari cukup dikenal sampai tingkat nasional. Yang
membuat nama Pelaihari ini cukup dikenal antara lain adalah hewan
ternaknya, belacan, nangka dan satwa langka kijang kuning keemasan
(Cervulus Pelaiharicus). Sumber Bapeda Pelaihari.
Langganan:
Komentar (Atom)